Monday, December 5, 2011

Latihan 6: review konfigurasi IPv6

Di Bootcamp CCIE Indonesia topik IPv6 termasuk dalam materi hari ke-3.
Beberapa hal yang perlu dipahami tentang IPv6 adalah:
-cara mengaktifkan IPv6 di router
-cara konfigurasi IPv6 di interface (local/global, manual/auto)
-cara mengaktifkan routing RIP-NG, OSPFv3, EIGRP
-jenis-jenis tunnel (5), apa perbedaannya, bagaimana cara konfigurasinya

Selamat berlatih IPv6!

Latihan 4: review konfigurasi OSPF

Di Bootcamp CCIE Indonesia topik OSPF termasuk dalam materi hari ke-3.
Beberapa hal yang perlu dipahami tentang OSPF adalah:
-autentikasi (area/interface/virtual-link, text/md5/none)
-ignore MTU mismatch
-aktivasi OSPF di interface
-router-ID
-priority
-timers
-jenis network OSPF (5)
-jenis LSA (7), jenis router
-jenis stub area (4)
-modifikasi bandwidth, cost, reference-bandwidth, neighbor cost
-virtual-link, GRE
-jenis route (IA, E1, E2, N1, N2)
-inter-area filtering
-internal & external summarization
-fitur stub router (bukan stub area)
-nssa originate default, nssa no redistribution

Selamat mengingat konsep dan konfigurasi OSPF!

Terminal Client untuk CCIE Lab (PuTTY)

Beberapa tahun yang lalu ujian lab CCIE masih menggunakan tools SecureCRT sebagai terminal client. Tetapi sekarang yang digunakan sebagai terminal di ujian lab CCIE adalah tools PuTTY.

PuTTY adalah tools yang bebas digunakan, tidak sepert SecureCRT yang memerlukan license. Perbedaan lainnya adalah pada SecureCRT terdapat tab-tab terminal dalam satu windows, sedangkan PuTTY menggunakan satu windows tersendiri untuk setiap terminal session. Perbedaan lainnya yang penting untuk diingat adalah saat menggunakan PuTTY kita tidak dapat melihat karakter "spasi", sedangkan dengan SecureCRT kita dapat memeriksa karakter "spasi" dengan cara memblok/meng-highlight.

Karena itu, jika pada saat di lab kita menemukan autentikasi yang tidak berhasil karena perbedaan password, sebaiknya password di kedua sisi diset ulang saja, karena mungkin ada karakter "spasi" di belakang salah satu password dan kita tidak bisa melihatnya.

Setelah mengetahui bahwa PuTTY adalah terminal yang digunakan untuk ujian lab, saya segera mendownload dan menginstall PuTTY dengan harapan saya akan terbiasa dengan antarmuka PuTTY. Setelah memakai PuTTY, tampilan font-nya terasa agak gelap dan kecil sehingga melelahkan dan kurang menarik.

(PuTTY dapat di-download di sini: http://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/putty/download.html)


1. Menggunakan PuTTY sebagai default terminal tools di GNS3


Cara setting: buka GNS3 > Edit > Preferences > General > Terminal Setting > Preconfigured terminal commands > PuTTY (Windows 32 bit) > Use > OK
Karena saya menggunakan Windows 7 64-bit, maka dipilih "Putty (Windows 64 bit)", hal ini mempengaruhi path di mana PuTTY diinstal.2. Memperbesar ukuran font di terminal PuTTY


2. Memperbesar buffer di terminal PuTTY
Cara setting: buka PuTTY > Window > Appearance > Font settings > Change > Size=11 > OK


3. Mengubah warna tulisan di PuTTY
Cara Setting: (teruskan dari langkah no.2) > Colours > Select a colour to adjust > default foreground > sesuaikan Red/Green/Blue


4. Memperbesar ukuran buffer terminal
Cara Setting: (teruskan dari langkah no.3) > Window > Lines of scrollback > contoh: 2000


5. Menyimpan perubahan sebagai default setting
Cara Setting: (teruskan dari langkah no.4) > Session > Saved Sessions > default setting > Save (lihat gambar di langkah no.6)

6. Menyimpan session telnet GNS3
Cara Setting: Session > isi Host Name, Port, Connection Type, Nama session (Saved Sessions) > Save


Dengan langkah-langkah di atas, menggunakan PuTTY menjadi lebih cepat dan nyaman.
Selamat mencoba!

Sunday, December 4, 2011

Tips untuk bagian troubleshooting

Saya belum pernah berlatih TSHOOT sebelumnya. Pengalaman berlatih troubleshooting di bootcamp terasa sangat berguna. Selain itu latihan troubleshooting lebih "seru" dibanding latihan lab yang scriptnya sudah disiapkan.

Sejauh kami berlatih troubleshooting di bootcamp ini, ada beberapa tips berguna yang saya catat:
1. cara menemukan problem sangat penting
2. strategi:
   -cek ping semua interface point-to-point -> perbaiki L1/L2/L3
   -cek routing pada setiap node, mulai dari destination ke source -> perbaiki routing
   -memperbaiki routing: periksa adjacency, autentikasi, auto summarization, active/passive interface, filtering, dst
3. hal-hal yang perlu dihindari dalam memperbaiki konfigurasi
   -mengganti area OSPF   -> coba pakai virtual-link
   -mengganti IP interface dari DHCP menjadi static   -> perbaiki konfigurasi DHCP server
   -mengganti IP loopback  -> ganti subnet masknya saja atau shutdown
   -memakai static route


*akan saya update lagi jika ada tips tambahan

Bantuan untuk Latihan 1: review konfigurasi Frame Relay

Berikut ini adalah beberapa command yang terkait dengan "Latihan 1: review konfigurasi Frame Relay". Command disusun secara acak tidak berurut untuk membantu kita berpikir dan mengingat fungsi dan penempatan masing-masing command. Selama berlatih mengingat konfigurasi Frame Relay, perlu diusahakan untuk tidak "mengintip" ke halaman ini.

Berikut ada command-command yang berhubungan dengan frame-relay:
frame-relay map ip 12.12.12.2 102 broadcast
frame-relay map bridge 102
bridge-group 1
bridge irb
bridge 1 protocol ieee
bridge 1 route ip
interface bvi1
backup interface serial0/0
map-class frame-relay ETEKA
frame-relay end-to-end keepalive
interface virtual-template1
ppp multilink
frame-relay switching
encapsulation frame-relay
frame-relay intf-type dce
frame-relay lmi-type cisco
frame-relay route 102 interface serial0/1 201
frame-relay interface-dlci 103
frame-relay interface-dlci 102 ppp virtual-template1
interface serial0/0.1 point-to-point
interface serial0/0.2
ppp authentication pap
ppp pap sent-username BUDI
ppp pap password CISCO
ppp chap hostname BOGOR
username JAKARTA password RAHASIA

show frame-relay pvc
show frame-relay map
show frame-relay end-to-end keepalive



Selamat berlatih Frame Relay!


NB: kalau ada command lain yang belum tertulis atau ada yang salah boleh ditambahkan di comment. Nanti akan saya perbaiki/tambahkan ke daftar command di atas. Terima kasih.

Latihan 3: review konfigurasi EIGRP

Beberapa fitur dan konfigurasi di EIGRP yang penting adalah:
-authentication
-summarization dengan AD tertentu, bocorkan subrouting tertentu (leaked-map)
-split-horizon
-stub (5 macam)
-unequal-cost load-balance
-ubah timer
-ubah metric weight
-reroute traffic (BW, DLY, OFF, AD)
-filtering (distribute-list,
-redistribute static, rip, ospf, conn
-BFD (bidirectional failure detection)

Latihan 2: review konfigurasi RIP

Topik di hari kedua Bootcamp CCIE adalah RIP dan EIGRP.
Pada pagi dan sore hari saya membaca kembali poin-poin tentang Frame Relay yg kemarin ditulis sambil mengingat fitur-fitur, command dan fungsinya. Saya juga menulisnya di kertas atau di notepad.

Berikut adalah rangkuman fitur dan konfigurasi RIP dan EIGRP yang bisa digunakan untuk mengingat-ingat bahan CCIE yang telah dipelajari.

Latihan 2: konfigurasi RIP
-authentication (none/text/md5)
-passive interface
-mengirim advertise v2 dalam multicast, unicast, broadcast
-hanya menerima advertisement v2
-auto-summary
-summarization
-offset-list untuk route tertentu ke interface tertentu
-distribute-list acl/prefix, filter routing tertentu yang diterima  dan dari neighbor tertentu
-distance untuk route tertentu dari neighbor tertentu
-default route: summary, default network, default originate,
-timers (global dan interface)
-split horizon

Selamat mengingat fitur dan konfigurasi RIP!