Beberapa tahun yang lalu ujian lab CCIE masih menggunakan tools SecureCRT sebagai terminal client. Tetapi sekarang yang digunakan sebagai terminal di ujian lab CCIE adalah tools PuTTY.
PuTTY adalah tools yang bebas digunakan, tidak sepert SecureCRT yang memerlukan license. Perbedaan lainnya adalah pada SecureCRT terdapat tab-tab terminal dalam satu windows, sedangkan PuTTY menggunakan satu windows tersendiri untuk setiap terminal session. Perbedaan lainnya yang penting untuk diingat adalah saat menggunakan PuTTY kita tidak dapat melihat karakter "spasi", sedangkan dengan SecureCRT kita dapat memeriksa karakter "spasi" dengan cara memblok/meng-highlight.
Karena itu, jika pada saat di lab kita menemukan autentikasi yang tidak berhasil karena perbedaan password, sebaiknya password di kedua sisi diset ulang saja, karena mungkin ada karakter "spasi" di belakang salah satu password dan kita tidak bisa melihatnya.
Setelah mengetahui bahwa PuTTY adalah terminal yang digunakan untuk ujian lab, saya segera mendownload dan menginstall PuTTY dengan harapan saya akan terbiasa dengan antarmuka PuTTY. Setelah memakai PuTTY, tampilan font-nya terasa agak gelap dan kecil sehingga melelahkan dan kurang menarik.
(PuTTY dapat di-download di sini:
http://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/putty/download.html)
1. Menggunakan PuTTY sebagai default terminal tools di GNS3
Cara setting: buka GNS3 > Edit > Preferences > General > Terminal Setting > Preconfigured terminal commands > PuTTY (Windows 32 bit) > Use > OK
Karena saya menggunakan Windows 7 64-bit, maka dipilih "Putty (Windows 64 bit)", hal ini mempengaruhi path di mana PuTTY diinstal.2. Memperbesar ukuran font di terminal PuTTY
2. Memperbesar buffer di terminal PuTTY
Cara setting: buka PuTTY > Window > Appearance > Font settings > Change > Size=11 > OK
3. Mengubah warna tulisan di PuTTY
Cara Setting: (teruskan dari langkah no.2) > Colours > Select a colour to adjust > default foreground > sesuaikan Red/Green/Blue
4. Memperbesar ukuran buffer terminal
Cara Setting: (teruskan dari langkah no.3) > Window > Lines of scrollback > contoh: 2000
5. Menyimpan perubahan sebagai default setting
Cara Setting: (teruskan dari langkah no.4) > Session > Saved Sessions > default setting > Save (lihat gambar di langkah no.6)
6. Menyimpan session telnet GNS3
Cara Setting: Session > isi Host Name, Port, Connection Type, Nama session (Saved Sessions) > Save
Dengan langkah-langkah di atas, menggunakan PuTTY menjadi lebih cepat dan nyaman.
Selamat mencoba!